Gubernur Jabar: Alhamdulillah Kelangkaan Tabung Oksigen di Jabar sudah Terpenuhi

Pangdam III/Slw Hadiri Pelepasan dan Pendistribusian Tabung Oksigen ke-Posko Kabupaten/Kota Bandung bertempat di PT. Migas Hulu Jabar , Rabu14/7.

BANDUNG , – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, hadiri acara Pelepasan dan Pendistribusian Tabung Oksigen ke-Posko Kabupaten/Kota Bandung, bertempat di PT. Migas Hulu Jabar Jalan Jakarta No. 40 Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 14/7/2021.

Kegiatan Pelepasan dan Distribusi Tabung Oksigen ke Posko Kabupaten/Kota Bandung untuk mengatasi dan mengurangi kelangkaan akan kebutuhan oksigen bagi pasien Covid -19 se-Jawa Barat.

Acara tersebut hadir Pangdam III/Slw, Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kajati Jabar, Walikota Bandung dan para pejabat lainnya.

“Belakangan ini, Provinsi Jawa Barat sempat terjadi kelangkaan untuk mencukupi tabung oksigen lantaran kasus pasien covid- 19. Alhamdulillah kelangkaan kebutuhan tabung oksigen untuk pasien covid- 19 di Jabar sudah dapat terpenuhi dan kebutuhan lainnya,” ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pada acara tersebut.

Lanjutnya mengatakan, kematian-kematian bisa terjadi di rumah. Untuk menghindari hal itu, kita akan melakukan beberapa hal dan sudah dilakukan dalam 7 hari yaitu, pengiriman obat gratis kepada isomer dari konsultasi atau telemedicine ada 20.000 orang.

Selain itu, nanti siang kita launching daftar lokasi pengisian oksigen ulang supaya warga kalau lagi bingung cukup nobar, nanti bisa melihat database dimana pengisian oksigen di seluruh Jawa Barat.

>> Dansektor 7 Satgas Citarum Sosialisasikan jaga Bumi Kita, Jaga Citarum Kita

“Kita siapkan dalam hari-hari ini, seiring dengan datangnya 1.500 tabung oksigen yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri itu bisa kita manfaatkan untuk individu-individu di rumah-rumah,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Ia juga menuturkan ada 10.000 tempat tidur di desa-desa yang sudah diisi oleh 50 persen hal itu untuk mengurangi orang ke rumah sakit, kemudian 20 persen yang sudah mau sembuh kita pindahkan ke hotel apartemen yang kita sebut pusat pemulihan, kemudian dinaikkan ke 40 sampai 60 persen itulah yang menurunkan berita baik pasien yang keluar rumah sakit sehingga kita turun 4 persen, tukasnya. (Red)

Bagikan Berita Ini

This website uses cookies.